Pagi kali ini tak berbeda dengan pagi pagi lainnya, ketika aku terbangun ku bukakan jendela kamarku dan terhirup udara segar diluar. Langsung saja beranjak mandi agar tidak terlambat nanti disekolah, setelah mandi langsung saja saya sarapan dan bersiap memakai baju sekolahku.
Selesai semua kegiatan dirumah aku bergegas pergi kesekolah seperti biasa walau pada saat itu hujan gerimis, namun tidak menggoyahkan tekadku untuk menuntut ilmu. Diseperempat jalan aku melihat sesosok wanita sebayaku sedang menunggu angkutan umum, aku pun lewat dihadapannya dan menengok kearahnya dan ternyata dia pun tersenyum kepadaku, namun pada saat itu aku tak langsung senang takutnya senyumnya dia itu bukan untukku.
"kring.... Kring...." bel sekolah berbunyi aku pun berlari agar gerbang disekolahku tidak keburu tertutup, lariku pun tidak ku hentikan hingga aku sampai kelasku. Ibu guru pun masuk kelas, Ya, guruku ini sedikit judes, ucapannya selalu menyindir langsung yang mungkin jika orang yang baru mengenalnya ketika dia menyindir mungkin orang itu langsung sakit hati, Namun tidak untuk siswa sebab kita semua sudah tau dengan sifat guru yang satu ini.
Ketika guruku sedang mengajar seperti biasanya semua siswa berkonsentrasi hingga suasana kelas saat itu sangat hening seperti berada disuatu gua tak berpenghuni. Baru saja ibu guru sedang menerangkan fokus belajarku hilang sejenak dan terganti fokus pada senyuman indah yang ku liat pagi tadi yang diberikan oleh seoran wanita cantik yang entah siapa namanya, aku terus saja melamunkannya hingga aku tak sadar ibu guru sudah ada didepanku dan Buarrr... buarrr dia menggebrak mejakua sontak saja aku kaget dan aku pun langsung menundukan kepala.
"Dika sedang melamunkan siapa? sampai sampai ibu panggil panggil engkau tidak menoleh ataupun menegur panggilan Ibu?" dia bertanya dengan tangan di simpan dipinggangnya. Dengan gugup aku menjawabnya "Eng... Engga Bu aku sedang melamunkan pelajaran". Aku kira dia akan percaya dengan ucapanku itu tapi malah dia semakin mendesakku "Ahhh... Jangan berbohong kamu, tak mungkin kamu memikirkan pelajaran, ayo apa yang kamu sedang pikirkan? Wanita kah? Pacarkah atau apa?", Semakin aku tidak bisa menjawabnya, tapi salah satu temanku langsung berbicara "Dia sedang memikirkan jorok bu dengan pacarnya" sontak teman teman sekelasku tertawa. "Sudah sudah diam, Dika lain kali kamu jangan melamun, fokus pada materi agar kamu mengerti, paham?" Ibu guruku menyudahi pertanyaan penasarannya. "Iya bu paham" dengan leganya aku tidak dapatkan sindiran dari ibu guru ini.
---------------------------------------------Bersambung-------------------------------------------------------------
Kalo ada waktu kita teruskan ceritanya yah kawan, jangan lupa terus berkarya yah, sampai jumpa.
Belum ada tanggapan untuk "My Life Story [Part I]"
Post a Comment